Belajar tata surya dalam dua bahasa, untuk semua pelajar.

Lihat orbitBandingkan

Belajar tata surya

Enam materi singkat. Baca penjelasannya, lalu jawab pertanyaan pemahaman untuk menandai materi sebagai selesai.

Orbit mengitari Matahari

Jarak dan ukuran tidak sesuai skala sebenarnya supaya semuanya muat. Klik sebuah planet untuk melihat detail orbitnya.

Jejak manusia di luar angkasa

Dari satelit pertama sampai kembali mengorbit Bulan, beberapa tonggak yang mengubah cara kita memandang langit.

  1. 1957Sputnik 1

    Satelit buatan pertama, diluncurkan Uni Soviet dan membuka era antariksa.

    Lihat gambar
    Ilustrasi Sputnik 1: bola logam dengan empat antena
  2. 1961Yuri Gagarin

    Manusia pertama yang mengorbit Bumi dan melihat planet kita dari luar.

    Lihat gambar
    СССР
    Ilustrasi helm kosmonaut bertuliskan СССР, seperti yang dipakai Gagarin
  3. 1969Apollo 11

    Neil Armstrong dan Buzz Aldrin menjadi manusia pertama yang menjejak Bulan.

    Lihat gambar
    Ilustrasi modul pendarat Bulan Apollo 11 dengan bendera
  4. 1977Voyager 1 dan 2

    Dua penjelajah yang melewati planet-planet luar, dan kini berada di antara bintang.

    Lihat gambar
    Ilustrasi wahana Voyager dengan antena parabola besar
  5. 1990Teleskop Hubble

    Mata di orbit yang memotret galaksi jauh tanpa gangguan atmosfer.

    Lihat gambar
    Ilustrasi Teleskop Luar Angkasa Hubble dengan panel surya
  6. 1998Stasiun Luar Angkasa Internasional

    Modul pertamanya diluncurkan, awal dari rumah manusia di orbit.

    Lihat gambar
    Ilustrasi ISS dengan rangka dan empat panel surya
  7. 2012Curiosity

    Penjelajah seukuran mobil mendarat di Mars untuk mencari jejak kehidupan lampau.

    Lihat gambar
    Ilustrasi penjelajah Mars Curiosity dengan enam roda
  8. 2021Perseverance dan James Webb

    Satu mendarat di Mars, satu lagi diluncurkan sebagai teleskop inframerah terbesar di luar angkasa.

    Lihat gambar
    Ilustrasi cermin utama heksagonal Teleskop James Webb
  9. 2022Artemis I

    Kapsul Orion terbang mengelilingi Bulan tanpa awak, langkah awal menuju kembalinya manusia ke sana.

    Lihat gambar
    Ilustrasi roket SLS dengan kapsul Orion di puncaknya

Seberapa kenal tata suryamu?

Lima pertanyaan singkat. Jawab, lalu lihat penjelasannya.

Bahasa antariksa

Sains dipelajari di seluruh dunia dengan istilah bahasa Inggris. Kenali 30 istilah penting, dengarkan pengucapannya, lalu berlatih dua arah: Indonesia ke Inggris dan sebaliknya.

Misi Komando

Kamu memimpin awak wahana Sinyal-1 yang berasal dari empat negara. Ada lima keputusan. Tidak ada jawaban yang sempurna, tetapi setiap pilihan memengaruhi tim.

Dasar riset NEXITA

memakai teknologi web untuk membuka akses belajar antariksa yang efisien dan inklusif bagi pelajar Indonesia. Halaman ini menunjukkan dari mana setiap temuan dan data berasal. Angka dalam kurung siku merujuk ke daftar pustaka di bagian bawah.

Pernyataan masalah

Indonesia sedang membangun kapasitas riset antariksa, misalnya Observatorium Nasional Timau di Nusa Tenggara Timur dengan teleskop optik berdiameter 3,8 meter [10][11]. Namun kesempatan pelajar untuk benar-benar memahami tata surya masih timpang: literasi sains yang rendah, fasilitas astronomi publik yang terbatas, dan akses internet yang belum merata. NEXITA mencoba menjawabnya dengan teknologi web yang ringan, bisa dibuka siapa saja, dan dirancang inklusif.

383

Skor sains siswa Indonesia, PISA 2022

Terpaut sekitar 102 poin dari rata-rata global. Peringkat naik, tetapi skor turun 13 poin [1][2]. PISA mengukur literasi sains siswa usia 15 tahun secara umum, bukan khusus astronomi.

Bukti sedang: ringkasan media atas rilis OECD
80,66%

Penetrasi internet Indonesia, 2025

Sekitar 229,4 juta dari 284,4 juta penduduk, sehingga hampir 20% belum terhubung. Survei APJII melibatkan 8.700 responden [3][6].

Bukti sedang: media meliput survei APJII
84,69% vs 69,26%

Jawa dibanding Maluku dan Papua

Selisih penetrasi internet antarwilayah masih terlihat jelas, sehingga akses belajar daring pun tidak sama [4][5].

Bukti sedang: media meliput survei APJII
2 sesi per hari

Kunjungan Observatorium Bosscha

Menurut detikEdu, kunjungan dibatasi dua sesi per hari, maksimal 50 orang per sesi (informasi dapat berubah) [7]. Beberapa tugas akhir mahasiswa mencatat fasilitas besar terpusat di segelintir kota seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Tenggarong [8][9].

Bukti lemah: satu artikel media dan tugas akhir mahasiswa

Yang belum kami temukan

Kami tidak menemukan survei nasional tentang seberapa banyak warga Indonesia mengenal konsep tata surya. Karena itu NEXITA tidak mengklaim bahwa "rata-rata warga belum tahu" sesuatu. Kesenjangan pengetahuan ini yang akan kami ukur sendiri lewat uji coba pada rencana riset di bawah.

Dari temuan ke fitur

Literasi sains rendah [1][2]Materi belajar terstruktur dengan cek pemahaman, kuis acak, serta XP, streak, dan lencana agar belajar menjadi rutin. Halaman: Belajar, Kuis, Profil.
Internet belum merata, hampir 20% belum terhubung [3][4][5][6]Satu halaman ringan, tekstur planet dibuat oleh kode (tanpa mengunduh gambar), Mode hemat tanpa 3D dan efek, dan progres tersimpan di perangkat. Batasan: koneksi tetap dibutuhkan untuk memuat halaman pertama kali, mode luring belum ada.
Fasilitas astronomi publik terbatas [7][8][9]Planet 3D yang bisa diputar, simulasi orbit delapan planet, dan minigame sebagai pengalaman antariksa di layar sendiri. Halaman: Beranda, Orbit, Game.
Pengguna beragam latar [4][5]Kamus dwibahasa Indonesia-Inggris dengan suara, ukuran teks, kontras tinggi, dan dukungan keyboard. Halaman: Bahasa, tombol Aa.

Metode riset dan keterbatasan

  • Metode: riset pustaka (desk research) dengan pencarian web pada 21 Oktober 2026. Urutan keandalan: lembaga resmi atau survei nasional, lalu media nasional yang meliput rilis resmi, lalu publikasi mahasiswa. Tingkat bukti ditandai pada tiap temuan.
  • Angka PISA diambil dari ringkasan media atas rilis OECD, dan angka internet dari liputan media atas survei APJII. Untuk angka resmi, rujuk laporan aslinya.
  • Data fasilitas astronomi masih bersifat kualitatif dan belum berupa hitungan nasional.
  • Belum ada data pengguna NEXITA sendiri, sehingga dampak belum terbukti.

Rencana riset primer (belum dijalankan)

  • Merekrut 5 sampai 10 pelajar dari lebih dari satu sekolah.
  • Pra-uji: lima soal Kuis sebelum memakai NEXITA.
  • Sesi 20 menit memakai Belajar, Orbit, dan Bahasa, sambil mencatat kendala yang muncul.
  • Pasca-uji: lima soal Kuis berbeda, lalu wawancara singkat. Hasilnya dilaporkan apa adanya, termasuk jika tidak ada peningkatan.

Sumber isi pembelajaran

  • Data planet: NASA Planetary Fact Sheet [12]. Jumlah bulan terus bertambah seiring penemuan baru.
  • Definisi planet dan status Pluto: [13]. Kerja sama ISS: [14].
  • Sebutan bintang tradisi Jawa: [15][16][17][18].
  • Tonggak misi, Hukum Kepler, satuan AU dan tahun cahaya: rujukan umum dari arsip badan antariksa dan buku teks, belum disertai tautan per butir.

Aset dan teknologi

  • Three.js (lisensi MIT) untuk planet 3D, font Gloock dan Schibsted Grotesk dari Google Fonts, dan Web Speech API bawaan peramban.
  • Tekstur planet dibuat oleh kode dan ilustrasi di halaman Misi digambar sendiri. Tidak ada foto atau aset pihak ketiga.

Daftar pustaka

Diakses 21 Oktober 2026.

  1. GoodStats. Mengulik Hasil PISA 2022 Indonesia: Peringkat Naik, tapi Tren Penurunan Skor Berlanjut (merangkum rilis OECD).
  2. Kemendikbudristek. Siaran Pers 697: Peringkat Indonesia pada PISA 2022 Naik 5-6 Posisi Dibanding 2018.
  3. detikINET. Survei APJII: Pengguna Internet Indonesia 2025 Tembus 229 Juta Jiwa (sumber primer: survei.apjii.or.id).
  4. Selular.ID. APJII: Penetrasi Internet Indonesia Capai 80,66% di 2025.
  5. Fortune Indonesia. Pengguna Internet RI Tembus 80 Persen, Media Sosial Jadi Alasan Utama.
  6. Bisnis.com. Data APJII: Pengguna Internet di Indonesia Tembus 229,43 Juta Orang pada 2025.
  7. detikEdu. Mau Isi Liburan dengan Wisata Edukasi, Bosscha Bisa Jadi Pilihan.
  8. Tugas akhir mahasiswa UKDW. Perancangan Planetarium dan Observatorium di Kota Batu (bab 1).
  9. Tugas akhir mahasiswa Universitas Kristen Petra. Kompleks planetarium dan observatorium.
  10. detikINET. Spek Observatorium Timau NTT yang Bakal Jadi Teleskop Besar Dunia.
  11. Good News from Indonesia. Observatorium Timau, Stasiun Pengamat Luar Angkasa di NTT yang Akan Dibuka 2024.
  12. NASA NSSDCA. Planetary Fact Sheet (data planet di NEXITA).
  13. NASA Science. What is a Planet? (definisi IAU 2006, status Pluto).
  14. Wikipedia. International Space Station program (kerja sama lima badan antariksa).
  15. detik.com. Mengenal Lintang Waluku, Rasi Bintang yang Menjadi Pranata Mangsa.
  16. Kompas TV. Mengenal Gugus Bintang Pleiades dalam Pandangan Sains dan Budaya Jawa.
  17. CosmoQuest. Pleiades and Javanese Culture.
  18. Universitas Mulawarman. Modul Praktikum Pengamatan Benda Langit (Gubug Penceng).

Profil dan progres

Akun di sini bersifat lokal: tersimpan di browser perangkat ini, bukan akun daring. Untuk memindahkan progres ke perangkat lain, salin kode progres di bawah.

Sinyal Runner

Minigame singkat. Gerakkan wahana dengan mouse, jari, atau tombol panah. Kumpulkan sinyal emas, hindari asteroid, lalu ubah skormu menjadi XP.

Bandingkan planet

Pilih dua planet untuk melihat selisih ukuran, gravitasi, jarak, dan lainnya. Bola digambar sesuai skala diameter.

Papan peringkat

Bandingkan XP, skor Sinyal Runner, dan waktu bertahan terlama. Papan perangkat ini berlaku untuk semua akun lokal. Papan online bersifat bersama dan hanya aktif jika halaman dibuka lewat claude.ai oleh pengguna yang diizinkan.

Lab mini

Tiga eksperimen kecil: umurmu di planet lain, fase Bulan hari ini, dan misi harian untuk bonus XP.

Umurmu di planet lain

    Bulan hari ini

    Misi harian

    Seret untuk memutar, scroll atau cubit untuk zoom, atau tekan ← →